SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BEKASIEKSPRESS.COM JSCGROUPMEDIA [BEKASIEKSPRESS.COM] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA KOPI HITAM - KOP SUSU - ANEKA JUS - ANEKA MIE - TEH MANIS & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN RAYA SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT SITU KULONG MINYAK LALANG MANGGAR BELITUNG TIMUR [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [BEKASIEKSPRESS.COM] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [BEKASIEKSPRESS.COM]

Serda Ahmad Meninggal, Empat Senior Ditahan Polisi Militer TNI AU

BekasiEkspress.Com
13 Sep 2026 15:18
Headline Ragam 0 127
6 minutes reading

BekasiEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Kematian Serda Ahmad Muzammil Farisa, prajurit TNI Angkatan Udara (TNI AU), di Mess Psikologi Galaksi, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Kamis (10/9/2026) lalu, tengah diselidiki Polisi Militer TNI AU (Pomau).

Empat prajurit senior yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut telah ditahan untuk menjalani proses pemeriksaan dan mengungkap secara utuh rangkaian kejadian yang berujung pada meninggalnya Serda Ahmad.

Kasus tersebut mencuat setelah keluarga mempertanyakan penyebab kematian Serda Ahmad.

Ayah korban, Toni Eko Prasetyo, mengatakan informasi yang diterimanya menyebut persoalan bermula ketika putranya diminta membeli makanan oleh senior.

Menurut Toni, makanan yang dibawa Ahmad tidak sesuai dengan pesanan. Ia menyebut putranya diminta membeli mi kuah, tetapi membawa mi goreng.

“Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng,” ujar Toni.

See also  Viral Bakar 13 Sertifikat, Siswi Protes Jalur Prestasi

Dari informasi keluarga tersebut, persoalan kemudian berkembang menjadi dugaan kekerasan terhadap Ahmad.

Namun, penyebab pasti kematian serta rangkaian tindakan yang dialami korban masih menjadi bagian dari penyelidikan Pomau.

TNI AU sebelumnya menyatakan Pomau melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi serta fakta yang berkaitan dengan dugaan kekerasan terhadap Serda Ahmad.

Sejumlah saksi juga telah diperiksa dalam proses tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI I Nyoman Suadnyana membenarkan bahwa empat prajurit telah ditahan.

Namun, ia memberikan penjelasan berbeda mengenai istilah yang digunakan untuk menggambarkan kejadian tersebut.

“Sudah ditahan,” kata Nyoman saat dikonfirmasi ANTARA pada Sabtu (12/9/2026).

Nyoman menyatakan bahwa TNI AU tidak menyebut Ahmad meninggal akibat penganiayaan, melainkan dalam kegiatan yang disebut sebagai “pembinaan”.

Ia juga menyatakan bahwa proses penyelidikan Pomau masih berlangsung.

See also  12 Terdakwa Penyelundup Pasir Timah Babel Divonis Penjara

Perbedaan istilah tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dijelaskan melalui proses penyelidikan. Di satu sisi, keluarga menyampaikan dugaan adanya kekerasan yang dialami korban.

Di sisi lain, TNI AU menggunakan istilah “pembinaan” dan menyatakan tengah mengusut dugaan pembinaan berlebihan yang berujung pada kematian Serda Ahmad.

Dengan demikian, bentuk, intensitas, kronologi dan tujuan kegiatan yang disebut sebagai pembinaan masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan resmi.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x