SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BEKASIEKSPRESS.COM JSCGROUPMEDIA [BEKASIEKSPRESS.COM] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA KOPI HITAM - KOP SUSU - ANEKA JUS - ANEKA MIE - TEH MANIS & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN RAYA SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT SITU KULONG MINYAK LALANG MANGGAR BELITUNG TIMUR [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [BEKASIEKSPRESS.COM] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [BEKASIEKSPRESS.COM]

Bangka Barat Dorong Diversifikasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

BekasiEkspress.Com
18 Sep 2026 01:42
9 minutes reading

Sektor pariwisata juga memiliki ruang pertumbuhan yang luas. Bangka Barat mempunyai kekayaan sejarah di Muntok, termasuk Pesanggrahan Menumbing dan Wisma Ranggam yang berkaitan dengan perjalanan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat kedua situs tersebut memiliki arti penting dalam sejarah nasional dan pernah menjadi tempat pengasingan sejumlah tokoh proklamasi.

Daya tarik Bangka Barat tidak berhenti pada wisata sejarah. Dokumen RPJMD 2025–2029 memetakan berbagai potensi geosite, wisata alam, budaya, desa wisata dan kawasan pesisir. Di Muntok terdapat antara lain Pantai Batu Rakit, Teluk Inggris, Tanjung Ular, Bukit Menumbing, Tanjung Kalian dan sejumlah situs budaya.

Pada 2024, jumlah kunjungan wisatawan ke Bangka Barat tercatat 337.448 orang, meningkat dibandingkan 294.067 kunjungan pada 2023. Dokumen RPJMD juga mencatat kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD mencapai 3,95 persen pada 2024, setelah sebelumnya mencapai 5,95 persen pada 2023. Data tersebut menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang nyata, meskipun kualitas destinasi, lama tinggal wisatawan dan belanja wisatawan masih perlu diperkuat.

Pengembangan wisata budaya juga mempunyai kekuatan tersendiri. Tradisi Perang Ketupat Tempilang pada 2026 kembali digelar sebagai ritual adat dan agenda budaya masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menyebut tradisi tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan terus didukung sebagai bagian dari daya tarik wisata budaya.

Nilai ekonominya dapat diperluas melalui konsep wisata berbasis masyarakat. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat atraksi, tetapi juga membeli makanan lokal, menggunakan jasa pemandu, menginap di homestay, membeli kerajinan dan produk UMKM serta menikmati paket wisata yang melibatkan masyarakat desa.

Langkah penguatan kapasitas SDM juga mulai dilakukan. Pemerintah daerah melalui sektor pariwisata telah mendorong pelatihan pengembangan pariwisata tingkat desa. Pada 2026, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga menyelenggarakan pelatihan bahasa Inggris bagi pemandu wisata desa di Bangka Barat untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia.

See also  Geger Kolor Ijo Probolinggo

Pengembangan desa wisata menjadi penting karena manfaat ekonomi dapat disebarkan lebih luas. Antara sebelumnya melaporkan sejumlah desa di Bangka Barat telah diarahkan mengembangkan potensi wisata berbasis sumber daya alam dan budaya lokal, termasuk pantai, mangrove, kuliner, bukit dan wisata edukasi.

Di sinilah UMKM mempunyai posisi strategis. UMKM dapat menjadi jembatan antara potensi SDA dan kebutuhan pasar. Petani menghasilkan komoditas, nelayan menghasilkan ikan, masyarakat mengelola destinasi, sedangkan pelaku usaha mengolahnya menjadi produk dan jasa bernilai tambah.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pandangan dalam kajian ekonomi Bangka Belitung yang menilai diversifikasi melalui pertanian, perikanan, pariwisata dan UMKM diperlukan untuk memperluas basis pertumbuhan ekonomi di tengah ketergantungan historis terhadap timah.

Akademisi Universitas Bangka Belitung Devi juga pernah menyampaikan bahwa Babel membutuhkan ekonomi baru untuk mengurangi ketergantungan terhadap timah, antara lain melalui pengembangan ekonomi biru dan pariwisata. Menurutnya, ketergantungan pada timah membuat perekonomian daerah sensitif terhadap perubahan harga komoditas tersebut.

See also  Ruben Onsu Tersangka, Utang Investasi Disebut Capai Rp4,4 Miliar

Pandangan tersebut tidak berarti sektor timah harus ditinggalkan. Justru tantangannya adalah bagaimana sektor pertambangan memberikan nilai tambah lebih besar sembari menciptakan ruang bagi sektor non-tambang untuk berkembang.

Pemerintah Provinsi Babel sendiri pada 2025 menyatakan mendorong hilirisasi timah agar komoditas tersebut tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Pemerintah provinsi juga mengaitkan hilirisasi dengan penciptaan lapangan kerja dan pemanfaatan tenaga kerja lokal.

Bagi Bangka Barat, strategi tersebut dapat berjalan beriringan dengan pengembangan lada, perikanan, pariwisata, industri pengolahan dan UMKM. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat ketika harga timah tinggi, tetapi memiliki sumber pendapatan alternatif ketika sektor ekstraktif menghadapi tekanan.

Tantangan terbesar berada pada kualitas SDM, akses modal, teknologi, pemasaran, infrastruktur dan konsistensi kebijakan. Produk lokal yang bagus tidak otomatis menjadi produk unggulan apabila tidak memiliki kemasan, sertifikasi, promosi dan jaringan pasar yang memadai.

See also  Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja!

Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat pelatihan yang benar-benar terhubung dengan kebutuhan pasar. Pelatihan tidak cukup berhenti pada kegiatan seremonial. Petani, nelayan, pengelola desa wisata dan pelaku UMKM perlu mendapatkan pendampingan sampai produk mereka mampu memenuhi standar pasar.

Digitalisasi juga menjadi peluang. Promosi destinasi, penjualan produk lada, makanan olahan laut, kerajinan dan produk UMKM dapat diperluas melalui perdagangan elektronik dan media sosial. Generasi muda dapat mengambil peran sebagai pengelola konten, pemandu wisata, pengembang produk kreatif dan penghubung antara produsen lokal dengan pasar.

Namun, seluruh pengembangan tersebut harus tetap memperhatikan lingkungan. Potensi ekonomi tidak akan berkelanjutan apabila sumber daya laut rusak, kawasan pesisir tercemar atau lahan mengalami degradasi.

Dokumen RPJMD Bangka Barat menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dan perekonomian dengan tetap memperhatikan kualitas lingkungan hidup, pembangunan berkelanjutan serta pengurangan risiko bencana.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x