SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BEKASIEKSPRESS.COM JSCGROUPMEDIA [BEKASIEKSPRESS.COM] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA KOPI HITAM - KOP SUSU - ANEKA JUS - ANEKA MIE - TEH MANIS & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN RAYA SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT SITU KULONG MINYAK LALANG MANGGAR BELITUNG TIMUR [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [BEKASIEKSPRESS.COM] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [BEKASIEKSPRESS.COM]

Istri Aris Sanda Ternyata Guru di Mbua, Dievakuasi ke Wamena

BekasiEkspress.Com
18 Sep 2026 00:30
Headline News 0 35
9 minutes reading

BekasiEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Duka keluarga almarhum Aris Sanda semakin terasa ketika sang istri, Sinta Bilolo, yang selama ini bertugas sebagai guru di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, harus dievakuasi menuju Wamena melalui jalur udara pada Kamis (17/9/2026), setelah suaminya meninggal dunia dalam peristiwa kekerasan di kawasan Jalan Poros Habema.

Evakuasi dilakukan oleh Koops TNI Habema karena jalur darat Mbua–Wamena belum memungkinkan dilalui, sekaligus untuk memastikan Sinta dapat mendampingi proses pemulangan jenazah suaminya dalam kondisi aman.

Kisah Sinta memperlihatkan sisi lain dari kehidupan masyarakat yang menjalankan tugas pelayanan publik di wilayah Papua Pegunungan. Ia bukan tenaga medis, melainkan seorang guru yang tetap menjalankan tugas pendidikan di Distrik Mbua.

See also  Usai Final Piala Dunia, Dataran Merdeka Dipenuhi Sampah

Profesinya sebagai guru juga disebutkan dalam pemberitaan media Papua dan dikonfirmasi pula dalam laporan mengenai proses evakuasinya.

Sinta bersama dua pendamping, Haryati dan Murni, dievakuasi menggunakan helikopter Bell dan Fennec dari Mbua menuju Kenyam. Dari Kenyam, perjalanan dilanjutkan menggunakan pesawat Caravan menuju Wamena.

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi Sinta yang sedang berduka serta kendala akses transportasi darat.

“Dalam keadaan seperti ini, keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas,” kata Riyanto dalam keterangannya sebagaimana diberitakan ANTARA.

Ia menegaskan bahwa kondisi geografis dan keterbatasan akses tidak boleh menjadi penghalang ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Peristiwa yang menimpa keluarga tersebut bermula ketika Aris Sanda, 41 tahun, pengemudi angkutan lajuran asal Toraja, melakukan perjalanan dari kawasan Wamena menuju Mbua pada Selasa (15/9/2026).

See also  Guru SD di Jeneponto Diduga Dianiaya Orang Tua Murid

Aris membawa sembilan penumpang sekaligus kebutuhan pokok untuk masyarakat di wilayah pedalaman. Dalam perjalanan, kendaraan yang dikemudikannya dilaporkan dihentikan oleh kelompok bersenjata.

Berdasarkan keterangan Koops TNI Habema yang dikutip sejumlah media, para penumpang kemudian diperintahkan meninggalkan kendaraan dan kembali menuju Wamena.

Sementara Aris disebut dibawa oleh kelompok bersenjata menuju arah Danau Habema. Aparat selanjutnya melakukan pencarian setelah memperoleh informasi mengenai keberadaan korban.

Pada Rabu (16/9/2026), aparat menemukan kendaraan Aris dalam kondisi terbakar di sekitar kawasan Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Jenazah Aris ditemukan di dalam kendaraan tersebut dan kemudian dievakuasi oleh aparat.

Identitas dan latar belakang Aris juga menjadi perhatian publik setelah muncul tuduhan dari kelompok bersenjata bahwa dirinya merupakan anggota intelijen.

Namun, Satgas Operasi Damai Cartenz membantah tuduhan tersebut dan menyatakan Aris merupakan sopir yang telah menjalankan pekerjaan tersebut selama sekitar 13 tahun.

See also  Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Pati Supriyono

Perbedaan informasi tersebut penting dicatat secara hati-hati. Tuduhan dari pihak tertentu tidak otomatis menjadi fakta hukum.

Demikian pula informasi mengenai kronologi kejadian harus dipahami berdasarkan keterangan yang tersedia dan masih menjadi bagian dari proses penyelidikan aparat.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x