SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BEKASIEKSPRESS.COM JSCGROUPMEDIA [BEKASIEKSPRESS.COM] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA KOPI HITAM - KOP SUSU - ANEKA JUS - ANEKA MIE - TEH MANIS & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN RAYA SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT SITU KULONG MINYAK LALANG MANGGAR BELITUNG TIMUR [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [BEKASIEKSPRESS.COM] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [BEKASIEKSPRESS.COM]

Brimob Gorontalo Amankan 7.000 Liter Solar Subsidi

BekasiEkspress.Com
17 Aug 2026 14:06
6 minutes reading

BekasiEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Satuan Brimob Polda Gorontalo mengamankan lima mobil bak terbuka yang diduga mengangkut sekitar 7.000 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi menuju lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.

Penindakan dilakukan setelah petugas menemukan ratusan jeriken berisi solar dalam kendaraan yang diperiksa.

Dari lima kendaraan tersebut, polisi menemukan total 200 jeriken berkapasitas masing-masing 35 liter. Empat kendaraan membawa 120 jeriken atau sekitar 4.200 liter solar dan kini diamankan di Mapolres Pohuwato untuk kepentingan penyelidikan.

Sementara satu kendaraan lainnya diketahui membawa 80 jeriken dengan total sekitar 2.800 liter solar.

Kendaraan tersebut diduga berkaitan dengan seorang oknum anggota TNI dan telah diserahkan kepada Unit Intel Korem 133/Nani Wartabone untuk penanganan lebih lanjut sesuai kewenangan.

Kasus tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan. Aparat berwenang tengah mendalami asal BBM, tujuan pengiriman, pihak yang terlibat, serta kemungkinan adanya jaringan yang memanfaatkan BBM bersubsidi untuk kepentingan di luar peruntukannya.

See also  Polres Landak Tetapkan Dua Tersangka Kasus Pembunuhan Ibu & Anak

Penindakan bermula ketika personel Sat Brimob Polda Gorontalo mendapati sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap kendaraan tersebut.

Dalam perkembangan di lapangan, pengemudi diduga meninggalkan kendaraan beserta muatannya di pinggir jalan. Pemeriksaan terhadap mobil tersebut kemudian mengungkap keberadaan jeriken yang diduga berisi solar bersubsidi.

Petugas tidak berhenti pada temuan awal. Pengembangan dilakukan hingga aparat menemukan empat kendaraan lainnya yang diduga membawa muatan serupa. Seluruh kendaraan kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Temuan sekitar 7.000 liter solar bersubsidi menjadi perhatian karena BBM bersubsidi pada dasarnya diperuntukkan bagi kelompok masyarakat dan sektor tertentu yang memenuhi ketentuan pemerintah.

Penyalahgunaan distribusi dapat mengganggu ketersediaan BBM bagi masyarakat yang memang berhak menerima manfaat subsidi.

Bagi masyarakat Pohuwato, persoalan tersebut bukan sekadar perkara penindakan hukum. Ketersediaan BBM berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, transportasi, nelayan, petani, pelaku usaha kecil, dan mobilitas masyarakat sehari-hari.

See also  AS Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: Gejala Ringan, Sudah Terima 2 Dosis

Ketika BBM bersubsidi dialihkan untuk kegiatan yang tidak sesuai peruntukan, masyarakat berpotensi menghadapi kesulitan memperoleh bahan bakar pada saat membutuhkannya.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan efek berantai terhadap biaya transportasi dan kegiatan ekonomi lokal.

Karena itu, pengawasan distribusi BBM membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Aparat penegak hukum, pemerintah daerah, pengelola stasiun pengisian BBM, serta masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memastikan subsidi benar-benar sampai kepada pihak yang berhak.

Kasus ini juga memperlihatkan pentingnya pengawasan terhadap pola pembelian BBM dalam jumlah besar.

Aktivitas pengangkutan menggunakan banyak jeriken perlu menjadi perhatian apabila tidak sesuai dengan ketentuan distribusi dan keselamatan yang berlaku.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x