SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BEKASIEKSPRESS.COM JSCGROUPMEDIA [BEKASIEKSPRESS.COM] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA KOPI HITAM - KOP SUSU - ANEKA JUS - ANEKA MIE - TEH MANIS & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN RAYA SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT SITU KULONG MINYAK LALANG MANGGAR BELITUNG TIMUR [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [BEKASIEKSPRESS.COM] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [BEKASIEKSPRESS.COM]

Santiong Ternate, Jejak Komunitas Tionghoa di Jalur Rempah

BekasiEkspress.Com
23 Sep 2026 08:02
8 minutes reading

BekasiEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Nama Santiong di Kota Ternate bukan sekadar nama sebuah kelurahan.

Toponim itu menyimpan jejak sejarah panjang keberadaan masyarakat Tionghoa yang berhubungan dengan perdagangan, permukiman, pemerintahan Kesultanan Ternate, hingga kehidupan sosial masyarakat setempat.

Berdasarkan sejumlah kajian sejarah dan kesaksian sejarawan lokal, hubungan orang Tionghoa dengan Ternate telah berlangsung berabad-abad, terutama melalui jaringan perdagangan rempah-rempah, meski identitas orang Tionghoa pertama yang secara pasti menginjakkan kaki di Ternate belum dapat dipastikan dari sumber sejarah yang tersedia.

Dalam administrasi pemerintahan sekarang, Santiong merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara.

Data Badan Pusat Statistik Kota Ternate mencatat Santiong sebagai bagian dari Kecamatan Ternate Tengah, sementara Pemerintah Kota Ternate juga masih menggunakan nomenklatur tersebut dalam kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan pada 2026.

Di balik nama itu terdapat istilah yang dalam berbagai sumber ditulis Sentiong. Kajian toponimi Ternate menyebut Santiong berkaitan dengan kawasan pemakaman masyarakat Tionghoa.

See also  Yusril Minta Polri Perkuat Keamanan & Cegah Kriminalitas

Penelitian Wuri Handoko mengenai tata kota Islam Ternate, misalnya, mencatat bahwa Kampung Santiong dahulu merupakan kawasan yang memiliki kompleks makam Tionghoa.

Sumber tersebut juga menyebut sebagian kawasan pernah dipenuhi tanaman pala sebelum perkembangan permukiman berlangsung.

Secara lebih luas, istilah *sentiong* dikenal dalam bahasa Indonesia sebagai sebutan untuk pekuburan Tionghoa.

Kajian linguistik mengenai istilah tersebut menghubungkannya dengan bahasa Hokkien sin-thióng (新塚), yang secara harfiah lebih dekat dengan makna “makam/kuburan baru”, bukan “bukit kuburan Cina”.

Karena itu, penyebutan “Sian-tiông berarti bukit kuburan Cina” perlu ditempatkan sebagai versi penuturan lokal atau interpretasi populer, bukan sebagai fakta etimologis yang sudah final.

Sejumlah sumber linguistik justru menunjukkan bentuk sin-thióng dan makna “new graveyard”.

Konteks Ternate membuat istilah tersebut semakin menarik. Sebagai salah satu pusat perdagangan cengkeh di Maluku Utara, Ternate sejak berabad-abad lalu menjadi titik pertemuan pedagang dari berbagai kawasan Asia.

See also  YAMI & ITMI Perkuat Kepedulian untuk Tunanetra

Kajian sejarah perdagangan Asia Tenggara menunjukkan bahwa jaringan perdagangan cengkeh telah menghubungkan Maluku dengan jaringan pedagang Asia jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa. Sumber akademik bahkan mencatat kapal-kapal China telah mendatangi Maluku pada abad ke-14 untuk memperoleh cengkeh.

Karena itu, pertanyaan mengenai siapa orang Tionghoa pertama yang datang ke Ternate memang tidak mudah dijawab dengan satu nama.

Belum ditemukan bukti primer yang secara meyakinkan mencatat nama individu pertama tersebut. Sejumlah catatan sejarah justru lebih banyak merekam jaringan perdagangan dan komunitasnya daripada identitas orang pertama yang datang.

Sejarawan Universitas Khairun Ternate, Irfan Ahmad, sebagaimana dikutip sejumlah media lokal, menyebut keberadaan orang Tionghoa di Ternate dapat ditelusuri hingga masa pemerintahan Sida Arif Malamo, ketika Ternate berkembang sebagai bandar perdagangan.

Pada masa tersebut, pedagang dari China, Arab, Gujarat serta berbagai wilayah Nusantara datang dan membuka hubungan perdagangan di Ternate.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x