SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BEKASIEKSPRESS.COM JSCGROUPMEDIA [BEKASIEKSPRESS.COM] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA KOPI HITAM - KOP SUSU - ANEKA JUS - ANEKA MIE - TEH MANIS & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN RAYA SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT SITU KULONG MINYAK LALANG MANGGAR BELITUNG TIMUR [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [BEKASIEKSPRESS.COM] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [BEKASIEKSPRESS.COM]

Modernisasi Rudal Indonesia Perkuat Daya Tangkal Pertahanan

BekasiEkspress.Com
30 Sep 2026 08:05
7 minutes reading

BekasiEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Indonesia terus memperbarui kemampuan pertahanannya dengan memperkuat sistem persenjataan berbasis rudal di tengah perubahan lingkungan keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Modernisasi tersebut mencakup penguatan pertahanan udara, kemampuan tempur udara-ke-udara, pertahanan maritim, hingga sistem serang presisi berbasis darat.

Langkah ini ditempatkan pemerintah dalam kerangka strategi pertahanan defensif aktif, dengan tujuan utama menjaga kedaulatan dan mencegah ancaman terhadap wilayah Indonesia.

Perkembangan paling nyata terlihat pada matra udara. Pada 18 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan kepada TNI dalam seremoni di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Paket tersebut mencakup enam pesawat tempur Rafale, empat Falcon 8X, satu Airbus A400M MRTT, radar GCI GM403, rudal Meteor dan sejumlah senjata pintar HAMMER.

Pemerintah menyebut penambahan tersebut sebagai bagian dari penguatan postur pertahanan udara nasional.

See also  Indomaret Desa Mata Air Kupang Dibobol, ATM BRI Jadi Sasaran

Masuknya Rafale yang dipersenjatai dengan sistem modern memberikan dimensi baru bagi kemampuan tempur TNI Angkatan Udara.

Salah satu komponen yang mendapat perhatian adalah Meteor, rudal udara-ke-udara jarak menengah-jauh atau Beyond Visual Range Air-to-Air Missile (BVRAAM) yang dikembangkan MBDA bersama sejumlah negara Eropa.

MBDA menjelaskan Meteor menggunakan mesin ramjet yang memberikan dorongan hingga fase intersepsi dan dirancang mempunyai No Escape Zone yang besar.

Rudal tersebut telah digunakan pada sejumlah platform tempur, termasuk Rafale, Eurofighter Typhoon dan Gripen.

Bagi Indonesia, kemampuan seperti itu tidak berdiri sendiri.

Efektivitas persenjataan udara bergantung pada kombinasi pesawat, radar, sistem komando dan kendali, jaringan komunikasi, pelatihan personel, kesiapan pemeliharaan serta ketersediaan logistik.

Karena itu, modernisasi pertahanan tidak cukup diukur berdasarkan jumlah rudal atau pesawat yang dimiliki.

See also  Nasib Guru ; Honorer Dibatasi, Kesejahteraan Jadi Sorotan

Kementerian Pertahanan juga melihat kebutuhan pertahanan udara dalam perspektif yang lebih luas.

Analisis Badan Teknologi Pertahanan Kemhan pada Maret 2026 menyebut perkembangan serangan udara presisi, rudal berkecepatan tinggi dan drone tempur meningkatkan kebutuhan terhadap pertahanan udara laut yang terintegrasi.

Konsep yang dikaji adalah pertahanan udara maritim berlapis yang mampu melindungi armada dan objek vital.

Perkembangan penting lainnya datang dari kerja sama Indonesia-India.

Pada 7 Juli 2026, kontrak pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos diumumkan dalam rangkaian kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x