SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BEKASIEKSPRESS.COM JSCGROUPMEDIA [BEKASIEKSPRESS.COM] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA KOPI HITAM - KOP SUSU - ANEKA JUS - ANEKA MIE - TEH MANIS & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN RAYA SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT SITU KULONG MINYAK LALANG MANGGAR BELITUNG TIMUR [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [BEKASIEKSPRESS.COM] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [BEKASIEKSPRESS.COM]

Modernisasi Rudal Indonesia Perkuat Daya Tangkal Pertahanan

BekasiEkspress.Com
30 Sep 2026 08:05
7 minutes reading

Pengumuman tersebut dilakukan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan PM Modi.

ANTARA melaporkan bahwa kerja sama tersebut melibatkan BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI.

Reuters melaporkan nilai kesepakatan BrahMos yang diumumkan tersebut sekitar 630 juta dolar AS, dengan paket kerja sama yang mencakup rudal, dukungan infrastruktur, pelatihan, pemeliharaan dan dukungan teknis jangka panjang.

BrahMos dikembangkan melalui kerja sama India dan Rusia dan dapat diluncurkan dari sejumlah platform.

Namun, perkembangan ini perlu dibaca secara proporsional. Pada 13 Juli 2026, Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut menyatakan bahwa penggunaan BrahMos oleh TNI AL masih menunggu keputusan Kementerian Pertahanan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa antara kontrak pengadaan dan status operasional di satuan terdapat tahapan yang tidak boleh disamakan.

See also  Dito Ariotedjo Jadi Saksi, Empat Kasus Korupsi Jadi Sorotan

Kehadiran BrahMos juga memperlihatkan arah diversifikasi sumber persenjataan Indonesia. Selama bertahun-tahun, TNI menggunakan berbagai produk pertahanan dari Amerika Serikat, Rusia, Eropa dan negara lainnya.

Diversifikasi tersebut dapat memberikan pilihan teknologi, tetapi sekaligus menuntut kemampuan pemeliharaan, integrasi dan rantai pasok yang semakin kompleks.

Di matra darat, Indonesia juga mengikuti perkembangan sistem rudal presisi. Salah satu sistem yang relevan adalah KHAN produksi Roketsan, Turki.

Data teknis resmi Roketsan menyebut sistem tersebut mempunyai jangkauan hingga 280 kilometer dan dirancang sebagai bagian dari sistem peluncur bergerak.

Roketsan juga mencantumkan kemampuan navigasi dan ketelitian tertentu dalam spesifikasi produknya.

Meski demikian, informasi mengenai spesifikasi produk tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh kemampuan tersebut telah menjadi kemampuan operasional Indonesia.

Karena itu, klaim bahwa KHAN telah ditempatkan dan beroperasi secara penuh di lokasi tertentu perlu didukung pernyataan resmi TNI atau Kementerian Pertahanan sebelum dipublikasikan sebagai fakta.

See also  Kejari Beltim Kawal Dana Desa untuk Ketahanan Pangan

Hal serupa berlaku pada sejumlah nama rudal lain yang kerap muncul dalam pemberitaan dan diskusi pertahanan.

Indonesia memang mempunyai sejarah panjang dalam mengoperasikan persenjataan rudal dari berbagai negara, tetapi konfigurasi, jumlah, lokasi, status kesiapan dan kemampuan aktual sebagian sistem merupakan informasi pertahanan yang tidak selalu dipublikasikan secara terbuka.

Dalam konteks pertahanan modern, rudal bukan sekadar senjata yang berdiri sendiri.

Ia merupakan bagian dari ekosistem yang mencakup sensor, radar, sistem komando, platform peluncur, komunikasi, pengintaian dan kemampuan pengambilan keputusan.

Semakin terintegrasi seluruh komponen tersebut, semakin besar kemampuan sebuah negara membangun respons terhadap berbagai ancaman.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x