SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BEKASIEKSPRESS.COM JSCGROUPMEDIA [BEKASIEKSPRESS.COM] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA KOPI HITAM - KOP SUSU - ANEKA JUS - ANEKA MIE - TEH MANIS & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN RAYA SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT SITU KULONG MINYAK LALANG MANGGAR BELITUNG TIMUR [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [BEKASIEKSPRESS.COM] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [BEKASIEKSPRESS.COM]

Brigjen JM Pattiasina, Teknokrat di Balik Fondasi Pertamina

BekasiEkspress.Com
17 Aug 2026 12:42
7 minutes reading

BekasiEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Nama Brigjen Johannes Marcus (JM) Pattiasina menjadi bagian penting dari sejarah awal industri minyak Indonesia. Sosok teknokrat asal Saparua, Maluku, itu dikenal memiliki pengalaman teknis di industri perminyakan sekaligus peran dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Jejaknya menguat ketika ia terlibat dalam pemulihan instalasi minyak, pengembangan tenaga teknis nasional, hingga pembangunan fondasi awal Permina yang kemudian menjadi bagian dari sejarah lahirnya Pertamina.

Kisah Pattiasina menarik bukan semata karena jabatan yang pernah diembannya, melainkan karena pilihan hidupnya dalam mempertahankan prinsip teknis dan kemandirian industri.

Dari lingkungan kilang yang rusak akibat perang hingga menjadi bagian dari pengembangan perusahaan minyak nasional, perjalanan Pattiasina menggambarkan bagaimana industri energi Indonesia dibangun dalam kondisi serba terbatas.

Namun, sejumlah klaim dalam narasi mengenai Pattiasina masih membutuhkan penelusuran dan penguatan sumber sejarah.

Karena itu, kisah tersebut penting ditempatkan sebagai catatan sejarah yang perlu terus dikaji, bukan sekadar legenda heroik yang diterima tanpa verifikasi.

See also  Sherly Pangkas TPP ASN Maluku Utara Demi Stabilitas Anggaran

Sebelum Indonesia merdeka, Pattiasina telah memiliki pengalaman sebagai teknisi perminyakan.

Ia pernah bekerja di perusahaan pelayaran Belanda sebelum bergabung dengan De Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM), perusahaan yang terkait dengan Royal Dutch Shell.

Pengalaman di Tasikmalaya dan kemudian di kawasan industri minyak Plaju serta Sungai Gerong, Sumatera Selatan, membentuk keahliannya dalam teknologi kilang.

Kemampuan teknis tersebut menjadi modal penting ketika industri minyak Indonesia menghadapi kehancuran akibat perang.

Infrastruktur minyak di sejumlah wilayah mengalami kerusakan berat. Peralatan, jaringan pipa, unit pengolahan dan fasilitas pendukung tidak berada dalam kondisi normal.

Dalam situasi tersebut, tenaga teknis pribumi yang memahami teknologi pengolahan minyak menjadi aset strategis. Pattiasina kemudian disebut terlibat dalam pemulihan fasilitas perminyakan pada masa pendudukan Jepang.

Narasi sejarah mengenai dirinya menyebut Pattiasina pernah mengalami tekanan dan penyiksaan karena menolak bekerja di bawah pengawasan langsung tentara Jepang.

See also  KM Mutiara Santosa II Terbakar, Ratusan Penumpang Dievakuasi

Namun, setelah diberikan keleluasaan bekerja, ia kembali terlibat dalam pemulihan fasilitas minyak.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, keahliannya tidak berhenti di ruang mesin. Pattiasina juga terlibat dalam perjuangan mempertahankan wilayah dan produksi minyak untuk kepentingan republik.

Ia dikenal pernah memimpin unsur Laskar Minyak dan Pasukan Zeni Pionir. Dalam situasi perang, kemampuan teknis dan kepemimpinan menjadi dua modal yang berjalan bersamaan.

Minyak bukan sekadar komoditas, tetapi sumber energi yang menentukan kemampuan sebuah negara mempertahankan mobilitas dan pertahanannya.

Perjalanan tersebut membawa Pattiasina ke Sumatera Utara. Pada era nasionalisasi perusahaan minyak asing, Indonesia menghadapi persoalan besar: bagaimana mengambil alih dan mengoperasikan aset minyak dengan kemampuan sendiri.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x