SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BEKASIEKSPRESS.COM JSCGROUPMEDIA [BEKASIEKSPRESS.COM] WARKOP HARLEX MANGGAR SEDIA KOPI HITAM - KOP SUSU - ANEKA JUS - ANEKA MIE - TEH MANIS & ANEKA KULINER ALAMAT JALAN RAYA SITU KULONG MINYAK MANGGAR DEKAT SITU KULONG MINYAK LALANG MANGGAR BELITUNG TIMUR [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH NYAMAN & PENUH PESONA [BEKASIEKSPRESS.COM] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [BEKASIEKSPRESS.COM] MEDIA ONLINE RUMAHGADANGNEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [BEKASIEKSPRESS.COM]

Santiong Ternate, Jejak Komunitas Tionghoa di Jalur Rempah

BekasiEkspress.Com
23 Sep 2026 08:02
8 minutes reading

Ia mencerminkan bagaimana perdagangan rempah menciptakan ruang perjumpaan manusia, bahasa, agama, budaya, ekonomi dan politik.

Dari pelabuhan, hubungan dagang berkembang menjadi komunitas; dari komunitas lahir ruang pemakaman, tempat ibadah, permukiman dan kemudian menjadi bagian dari struktur kota modern.

Yang juga penting adalah membedakan antara kedatangan awal pedagang Tionghoa dan terbentuknya permukiman Tionghoa permanen.

RRI mengutip Irfan Ahmad bahwa permukiman China mulai terbentuk secara lebih jelas pada abad ke-18, sementara sumber lain mencatat kedatangan kelompok China dalam jumlah lebih besar pada abad ke-19.

Ini tidak bertentangan dengan adanya kontak perdagangan sejak abad-abad sebelumnya karena mobilitas pedagang tidak otomatis berarti terbentuknya permukiman permanen.

Dengan demikian, belum tepat menyebut satu tokoh sebagai “orang Tionghoa pertama di Ternate” tanpa bukti primer yang kuat.

See also  Cerita Bermakna, Dekat dengan Kehidupan Masyarakat

Yang dapat dikatakan dengan lebih aman adalah bahwa hubungan Tionghoa-Maluku telah berlangsung setidaknya sejak jaringan perdagangan abad ke-14, sementara keberadaan komunitas Tionghoa di Ternate kemudian semakin terlihat dalam catatan sejarah, terutama ketika Ternate berkembang sebagai bandar niaga dan ketika orang Tionghoa mulai memperoleh posisi dalam struktur perdagangan serta Kesultanan.

Santiong akhirnya menjadi salah satu pengingat bahwa sejarah Ternate bukan hanya sejarah kesultanan, benteng atau perang melawan kolonialisme.

Sejarah Ternate juga merupakan sejarah manusia yang datang melalui laut, membawa barang dagangan, membangun hubungan, menetap, berkeluarga, memeluk agama, mendirikan tempat ibadah dan meninggalkan nama di ruang kota.

Satu nama kampung dapat menyimpan rentang waktu berabad-abad. Santiong menyimpan jejak pemakaman, perdagangan, komunitas Tionghoa, hubungan dengan Kesultanan Ternate dan proses pembentukan masyarakat kota yang majemuk.

See also  Belitung Resmikan Integrasi Pokdarwis & Koperasi Merah Putih

Sejarah itu sekaligus mengingatkan bahwa identitas sebuah kota tidak lahir dari satu kelompok saja, melainkan dari perjumpaan panjang berbagai manusia dan kebudayaan.

Bagi generasi sekarang, menjaga cerita Santiong berarti menjaga bagian dari ingatan Kota Ternate.

Bukan untuk mempertentangkan asal-usul, melainkan untuk memahami bagaimana masyarakat yang berbeda latar belakang dapat membentuk sejarah bersama.

Di tengah perubahan kota yang terus bergerak, nama Santiong tetap menjadi penanda bahwa jauh sebelum Ternate dikenal sebagai kota modern, pulau ini telah menjadi simpul perjumpaan dunia melalui laut dan rempah-rempah.

Satu nama kampung. Satu jejak sejarah. Berabad-abad cerita tentang perdagangan, migrasi, kebudayaan dan kehidupan bersama. | BekasiEkspress.Com | */Redaksi | *** |

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x